Jumat, 07 Mei 2010

Senin, 15 Februari 2010

Jam'ah ibu-ibu meluberi "are' lancor" yang terletak di depan masjid jami' pamekasan(tempat ana biasa lari pagi saat masih SMA) dalam sebuah acara അഗമ
Assalamu'alaikum semua...
"Ngoceh" di depan 400 MABA FIS dalam seminar Mahasiswa By Bidang III

Minggu, 07 Februari 2010

KUINGIN CINTAKU BERTAUHID ( K.C.Bhid )



Andai ku Halal Untuknya, maka...

Bukan seperti cinta Si Kafir Romeo,
Dan Si Kafir Juliet yang kumau.
Melainkan Cinta yang lurus...
Seperti Milah Ibrahim.
--------------------------
-----------
Aku bukan datang dari dunia GemerlaP ( DUGEM )
Melainkan dari Dunia da'wah GemerlaP ( DAGEM )
Dan Dunia Jihad GemerlaP ( JIGEM )

Aku ingin di Setiap malam-malamku, BertahmiD...
Penuh TauhiD...
Dihiasi Nafas-Nafas Perindu SyahiD...
Yang menentramkanku yang seorang 'AbiD...

Ku tak butuh Musik-musik RomaN...
Karena wajah sang Istri MenyimpaN...
Ribuan Nada-nada Indah MenawaN... (AfI, Cuma serius...^^V)

Ku tak Butuh Novel-Novel Fiksi CintA...
Atau Drama-drama, atau TelenovelA...
Karena Aku & dia, Pemeran UtamA,
Dalam Mega reality drama BerduA...

Bangunkan Aku Untuk Qiyam MalaM...
Meskipun Ditusuk Dingin & Terhalang KelaM...

Menanti Fajar nan GemilanG...
Karna Esok ku harus MenjelanG...
Hari-Hari Nan penuh Kerikil MenghadanG...
Meyakini jutaan OranG...
Bahwa Islam Akan MenanG...

Andai nyata Kisah ini....

Janganlah berakhir Di Meja PengadilaN...
Atau di Tiang GantungaN...

Karena kuingin Berpisah denganmU...
Nanti,Insya Allah Jika ku dapat SyahidkU...

LAA ILAAHA ILLALLAAH

---------------------------------
kisah di atas baru Andai, & Sekarang ku Masih tersiksA...
tapi tak apA.... (he..he.. ini beneran lo....^^V)

Penyair berkata:
Jika siksaan Cinta ini,
Justru Membuat Akhir Nafasku Mengucap Kalimat Tauhid...
Maka Saksikanlah Wahai Ikhwah, BAHWA SIKSAAN CINTA INI INDAH !!!

Ditulis oleh : Knight Of Tawhid

Gun coma agejek maelang sompek.... (Ngerti ga' ya...??)

Rabu, 13 Januari 2010

Ar-Ruhul Jadid


Jika Anda sedang malas, jiwa tengah bablas..

Jika iman sedang futur, semangat tengah luntur..

Jika hati sedang gundah, tubuh terasa lelah,...

Bangun!

Bangkit!

Kepalkan tangan!

Lakukan scotch jump, push up, dan sit up…!!!

Allohuakbar...!!

Bergerak Atau Tergantikan......!!

Selasa, 12 Januari 2010

Karena cintaku padamu.....


Karena cintaku padamu.....
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi bura.....
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh.....
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah.....

Karena cinta ini.....
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu.....
Ku tak ingin mempesonamu.....
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum.....
Atau pun menaruh harap padaku.....



Teruntuk Bidadari Berjubah Biruku:
Sabarlah menunggu.....
Yakinlah semua kan nampak indah pada waktunya......

All Abaout TA'ARUF




Assalamu alaikum wr wb,,
Subahannallah,,, Maha suci Allah dengan segala sifat-sifat yang dimiliki-Nya, sehingga kami masih sempat melanjutkan pembahasan ini,

Ikhwan wa Akhwat ayng di rahmati Allah swt,
salah satu pertanyaan yang pertama muncul dari saudara2 kita dan yang paling terakhir saya jawab kali ini adalah :
BAGAIMANA JIKA KITA TERLANJUR PACARAN,,? KALO KITA PUTUSKAN NTAR PACARKU MARAH,,!! DIA PIKIR NANTI AKU UDAH GAK SAYANG SAMA DIA,,!!

wahai saudara(i)ku yang senasib dan seperjungan,,
Jika kalian terlanjur pacaran, dan sanggup untuk menikah,, maka menikahlah secepatnya, dan jika tidak sanggup menikah sekarang,, maka demi Allah yang nyawa kita ada d genggaman-Nya,,!! tinggalkanlah perkara tersebut,,! apakah kalian lebih takut kalo PACARNYA MARAH ATAU ALLAH YANG MURKAH,,,??
pikirkanlah baik,, ^_^

afwan,, hanya itu jawaban singkat dari saya,, ^_^


Adapula perbedaan taaruf dengan pacaran adalah sebagai berikut:

1. Tujuan
• taaruf (t) : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
• pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah ...

2. Kapan dimulai
• t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
• p : saat sudah diledek sama teman:"koq masih jomblo?", atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

3. Waktu
• t : sesuai dengan adab bertamu.
• p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

4. Tempat pertemuan
• t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
• p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

5. Frekuensi pertemuan
• t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
• p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu. Kalo bisa lebih.

6. Lama pertemuan
• t : sesuai dengan adab bertamu
• p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

7. Materi pertemuan
• t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
• p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

8. Jumlah yang hadir
• t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
• p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

9. Biaya
• t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
• p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

10. Lamanya
• t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
• p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

11. Saat tidak ada kecocokan saat proses
• t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
• p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya. Dan pastinya akan ada yang sakit hati,,!

wallahu A'lam,,,

Jumat, 01 Januari 2010

Bisakah Kita Lebih Santun dalam Perbedaan?


Bisakah Kita Lebih Santun dalam Perbedaan?

"sebuah tawaran untuk semua da'i dari semua jama'ah"

Perbedaan di antara ummat kita, dalam berbagai bentuk dan skalanya, memang mempunyai akar historis yang panjang, selain karena ia memang dimungkinkan oleh berbagai muatan ajaran Islam yang lebih terbuka. Perbedaan-perbedaan itu tampaknya harus diakui sebagai sebuah keniscayaan, atau sebuah kenyataan yang tidak dapat kita hindari.

Secara historis, perbedaan-perbedaan dalam pandangan-pandangan aqidah telah melahirkan berbagai mazhab. Ada Ahlussunnah Wal Jamaah yang terbesar, ada Syi'ah dengan berbagai aliran lagi di dalamnya, ada aliran Mu'tazilah yang juga punya pendukung di negeri kita, ada Khawarij dan lain sebagainya. Sementara itu, perbedaan dalam pandangan-pandangan hukum atau fiqh, seperti yang telah kita kenal, juga melahirkan berbagai mazhab. Ada mazhab Hanafi yang tertua yang sebagian besar pendukungnya tersebar di kawasan Asia Tengah, Turki dan Syam, ada mazhab Maliki yang sebagian besar pendukungnya tersebar di kawasan Afrika, ada mazhab Syafi'i yang sebagian besar pendukungnya tersebar di kawasan Asia Tenggara, Mesir dan lainnya, ada mazhab Hambali yang sebagian besar pendukungnya tersebar di kawasan Teluk dan Syam. Sebenarnya masih ada lagi mazhab fiqh lainnya tapi tidak sepopuler keempat mazhab tersebut.

Secara politik perbedaan dalam tubuh ummat mulai tampak sejak meninggalnya Rasulullah Saw dalam peristiwa pemilihan khalifah pengganti beliau. Disusul kemudian oleh peristiwa pembunuhan Utsman bin Affan, konflik antara Ali dan Mu'awiyah, hingga munculnya khilafah Umayah yang berbasis pada keluarga, dan diikuti ¬kemudian¬ oleh khilafah-khilafah sesudahnya. Bahkan perbedaan dan konflik yang terjadi di antara sesama sahabat Rasulullah Saw itulah yang kemudian menyadarkan banyak ulama akan makna firman Allah Subhaanahu wa ta'ala dalam surat Al-Hujurat: "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya, jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (Al-Hujurat: 9)

Perbedaan bukan hanya milik ummat Islam. Perbedaan adalah takdir yang ditetapkan untuk seluruh ummat manusia. Perbedaan adalah sesuatu yang inheren dalam kehidupan manusia. Bahkan sejak perbedaan antara Qabil dan Habil berujung dengan konflik, dan konflik itu berujung dengan pembunuhan Habil oleh Qabil, dan pembunuhan menjadi dosa besar pertama anak cucu Adam, perbedaan dan konflik tampaknya telah menyatu dan kekerasan menjadi mazhab anak cucu Adam dalam penyelesaian konflik.

Dalam sejarah ummat kita, perbedaan-perbedaan itu umumnya terjadi dalam ketiga aspek ini; aqidah, fiqh dan politik. Sebagian dari perbedaan itu berujung dengan konflik, dan sebagian dari konflik itu berujung juga dengan peperangan. Perbedaan ini bersifat laten dalam tubuh ummat kita, tapi cara menyelesaikan perbedaan-perbedaan itu, antara yang berujung dengan konflik dengan yang tidak berujung dengan konflik, antara konflik yang berujung dengan kekerasan fisik dengan konflik yang tidak berujung dengan kekerasan fisik, selalu berbeda sepanjang sejarah.

Dalam konteks ini kemudian muncul sebuah pertanyaan sejarah: kapankah saatnya perbedaan itu tidak berujung dengan konflik? Dan kapankah saatnya konflik itu tidak mencapai intensitas yang tinggi dan karenanya tidak berujung dengan kekerasan fisik? Apakah yang menyebabkan perbedaan itu tidak berujung dengan konflik, dan konflik itu tidak berujung dengan kekerasan? Apabila kita berhasil menjawab pertanyaan sejarah itu, kita mungkin bisa menjawab sebuah pertanyaan yang agak normatif: bisakah kita membuat perbedaan itu berujung pada kesepakatan dan tidak mengubahnya menjadi sebuah konflik? Atau bisakah kita tetap bekerja sama sementara perbedaan itu tetap ada? Atau bisakah kita melampaui perbedaan-perbedaan itu untuk menangani secara bersama agenda-agenda besar kita? Atau bisakah kita bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati dan saling bertoleransi dalam hal-hal dimana kita berbeda?

Zaman Kematangan

Apabila perbedaan merupakan suatu keniscayaan, maka adalah sia-sia untuk bekerja menghilangkan perbedaan-perbedaan tersebut. Yang harus digusung agenda-agenda besarnya di tengah berbagai perbedaannya, manakala ummat kita berada pada tingkat kematangannya yang baik. Kematangan itu dapat kita lihat pada tiga sisi; politik, ilmiah dan akhlak.

Kematangan Politik

Kematangan politik berarti bahwa ummat kita mengetahui dan menyadari agenda-agenda besarnya, prioritas-prioritasnya, waspada terhadap ancaman infiltrasi musuh-musuhnya, bersedia mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadi yang bersifat sesaat demi kepentingan-kepentingan besar ummat yang bersifat strategis dan jangka panjang.

Kita bisa belajar dari kisah Khalid bin Walid, misalnya. Beliau tentu saja sakit hati ketika Umar bin Khattab memecatnya justru setelah ia memenangkan perang Yarmuk. Tapi ketika seorang provokator menggodanya untuk melakukan pemberontakan terhadap Madinah, dengan menggunakan pasukan yang loyal padanya di sebagian besar wilayah Syam, ia malah menolak keras. Bahkan sebelum wafat, beliau sempat berkata kepada Abud Darda, bahwa semula ia curiga kalau Umar memecatnya karena dendam masa lalu. Tapi setelah ia merenungi peristiwa itu lebih dalam, khususnya selama ia sakit, ia menyadari bahwa pemecatan itu semata-mata didasari oleh keikhlasan, cinta dan kasih sayang Umar kepada dirinya. Tapi apa komentar Umar setelah Khalid wafat? Beliau mengatakan: "Semoga Allah merahmati Khalid, sungguh dia tidak seperti yang kita duga sebelumnya." Begitulah persatuan ummat ini terjaga di tangan orang-orang kuat dan matang seperti mereka.

Kematangan Ilmiah

Kematangan ilmiah berarti bahwa ummat ini mempunyai tradisi pencarian kebenaran yang solid, yang terlihat melalui konsep ijtihad, dan karenanya mereka tidak akan pernah mengatakan sesuatu tanpa landasan ilmu pengetahuan, senantiasa mencari kebenaran dan bukan kemenangan dalam debat, bersiap mengalah untuk kebenaran dan tidak membiarkan hawa nafsunya memenangkan keangkuhan, mau menghargai pikiran orang lain dan bersedia mendengar, tahu kelemahan dirinya dan mengakui kehebabatan orang lain.

Lihatlah bagaimana tradisi ilmiah itu di kalangan para pendiri mazhab. Imam Syafi'i misalnya, suatu saat ikut melakukah shalat subuh di masjid Abu Hanifah di Kufa. Tapi tidak seperti mazhab beliau yang mengharuskan qunut di waktu subuh, saat itu beliau malah tidak qunut mengikuti mazhab Abu Hanifah. Ketika hal itu ditanyakan kepada beliau, beliau hanya mengatakan: "Karena aku ingin menghargai laki-laki yang membangun masjid ini." Di lain kesempatan kita menemukan kisah uang juga unik. Iman Syafi'i adalah penemu ilmu Ushul Fiqh. Imam Ahmad bahwa dikatakan tidak pernah mengetahui tentang "Al-'Am Wal Khaash", "Al-Mujmal Wal Mufashshal" dan lainnya, sampai Imam Syafi'i menulis buku Al-Risalah dalam Ushul Fiqh. Tapi kepada Imam Syafi'i pernah kepada Imam Ahmad suatu saat: "Kamu lebih mengetahui tentang hadits Rasulullah saw daripada diriku, maka nanti jika kamu menemukan satu hadits Rasulullah Saw yang shahih, dan bertentangan dengan mazhabku, maka tinggalkanlah mazhabku dan ikutilah hadits Rasulullah Saw, sebab itulah mazhabku."

Di tangan ulama-ulama besar yang ikhlas dan memiliki kedalaman ilmu seperti itulah kita menyaksikan bagaimana perbedaan pendapat dalam fiqh telah menjadi sumber kekayaan ilmiah kita, dan keragaman-keragaman itu berubah menjadi faktor produktivitas yang memicu laju pertumbuhan peradaban Islam. Tapi fanatisme mazhab mulai tumbuh setelah ulama-ulama besar itu wafat, dan bermunculanlah ulama-ulama kecil, yang hanya bisa bertaqlid dan tidak bisa berijtihad, yang hanya memiliki ilmu ala kadarnya tapi bersikap seperti seorang ulama besar. Suatu saat dalam sejarah Islam, fanatisme mazhab itu bahkan sampai pada tingkat dimana mengharamkan pernikahan antara mazhab.

Dan inilah musibah kita saat ini, dimana mimbar-mimba fatwa dikuasai oleh ulama-ulama kecil, yang oleh Syekh Muhammad Al-Ghazali dilukiskan seperti ini: "Ia berangkat meninggalkan rumahnya pada hari Jum'at, dan mulai belajar pada hari Sabtu, lalu kembali lagi ke rumahnya pada Ahad, tapi mulai berfatwa pada hari Senin pagi." Di tangan mereka masalah kecil menjadi sebab percekcokan selama puluhan tahun, orang-orang Islam yang sama-sama bersyahadat dan sama-sama sholat lima waktu serta sama-sama berpuasa di bulan Ramadhan atau bahkan bertemu di depan Ka'bah, justru saling mengkafirkan satu sama lain.

Kematangan Akhlak

Kematangan akhlak berarti bahwa ummat ini mampu melampaui perbedaan-perbedaan diantara mereka, memandang perbedaan-perbedaan itu sebagai sebuah kewajaran yang harus ditoleransi dan diberi ruang dalam kehidupan kolektif kita, serta tidak boleh menjadi penghambat untuk bekerja sama, khususnya di saat kita menghadapi tantangan-tantangan besar, tragedi-tragedi besar, yang mengharuskan kita bersatu padu menghadapinya.

Berbeda dan bekerja sama adalah dua hal yang sebenarnya bisa disatukan manakala kita memiliki kematangan pribadi. Apabila kita mencoba membuat daftar berbagai kelompok Islam, lalu kita catat persamaan dan perbedaan diantara mereka dalam berbagai dimensi, maka kita akan menemukan bahwa ruang kesamaan itu akan jauh lebih luas dibanding ruang perbedaan. Tapi kenapa kita selalu menjadi sumpek dengan perbedaan itu?

Kematangan akhlak seperti itu akan menghilangkan berbagai macam sifat negatif dalam diri kita seperti dendam, iri hati, angkuh, sifat temperamental, senang dipuji untuk hal-hal kecil yang dilakukannya, dan lainnya. Pada waktu yang sama kita menumbuhkan berbagai sifat positif dalam diri kita seperti mendahulukan kerja atas bicara, mengalah untuk hal-hal yang tidak prinsip, lebih banyak bekerja sama dari pada berdebat, menahan diri untuk tidak selalu memenangkan perdebatan, dan lainnya.

Ujung dari kematangan akhlak itu adalah orientasi yang kuat pada amal-amal yang nyata. Saat itu kita akan menyaksikan bahwa hanya kekosongan jiwalah yang biasanya mendorong orang untuk berdebat dan berbeda, dan bahwa orang-orang yang jiwanya dipenuhi dengan semangat kerja akan merasa kekurangan waktu untuk berdebat dan berbeda, karena seluruh energinya telah tersalurkan dalam kerja-kerja yang produktif.

Dalam konteks menjadi lebih produktif secara kolektif itulah Imam Syahid Hasan Al-Banna memperkenalkan prinsip ini: "Kita bekerja sama untuk hal-hal yang telah kita sepakati, dan kita saling toleransi untuk hal-hal yang kita perbedakan."•

(M Anis Matta)

Selasa, 29 Desember 2009

....__....

Bila cinta mendua, yang. ada hanyalah dusta... Karena, kata anis matta, cinta bukanlah uang receh yang bermata dua.. (Achmad Fawaid Al-Afqoni)

Milad HAMAS yang ke 22: Alloh Ghayatuna...!!


Kader dan smpatisan HAMAS membanjiri GAZA

dakwatuna.com – Gaza, Pagi hari (14/12), warga Gaza sudah disibukan dengan suara kendaraan, mobil, sepeda dan lalu lalangnya orang. Ada yang berjalan ada yang berkendaraan. Laki-laki, wanita, anak-anak serta anak mudanya berbondong-bondong keluar sambil membawa bendera warna hijau, cirri khas Hamas yang bertuliskan kalimat “Lailaha ilallah, Muhammadurasulallah”. Di sisi lain, sebagian mereka membungkus dirinya dengan bendera hijau, Hamas. Begitupun dengan jalan-jalan yang dipenuhi bendera Hamas dengan ukuran yang besar. Inilah hari peringatan gerakan Hamas yang ke 22 tahun di Gaza.

Aman dan Teratur

Sejak pagi hari, semua satuan kepolisian bertekad menjadikan hari ini sebagai hari pesta rakyat Palestina dengan teratur dan kondusif, tanpa ada hambatan apapun. Pihak kepolisian telah menutup semua jalan menuju acara perhelatan akbar. Mereka hanya mengizinkan kendaraan yang mengangkut ratusan wanita dan anak-anak serta orang tua. Sebagian mereka lebih memilih berjalan kaki untuk menuju acara perayaan berdirinya Hamas ini.

Hari Raya

Tampak pemandangan yang indah, sejumlah perempuan yang tertutup rapat dengan cadarnya dibalut dengan kain berwarna hijau bertuliskan Brigade Izzuddin Al-Qossam. Mereka berdiri di depan rumahnya sejak pagi-pagi sekali. Di sampingnya tampak sejumlah bendera warna hijau. Sementara di tanganya menggenggam selendang dan syal. Ia sibuk mempersiapkan ketiga anaknya dengan memakaikan baju yang terbaik, seolah hari ini adalah hari raya dan mereka tampak gembira.

Pesta Anak Perempuanku “Hamas”

Dari semua pemandangan yang telah disebutkan tadi ada pemandangan yang agak ganjil, ketika seorang kakek-kakek yang berjalan dengan tergopoh-gopoh. Ia memakai syal warna hijau sambil memegang pundak cucunya. Ketika ditanya, kakek mau kemana ? Ia menjawab, mau ke pesta anak perempuanku “Hamas”. Ia adalah anak perempuanku yang telah mengurus anaknya dan anak-anakku untuk senantiasa cinta pada agama dan negaranya dan agar selalu taat pada pimpinanya.

Dan ketika ia ditanya tentang keberangakatannya sejak pagi-pagi, ia mengatakan, “Kami senantiasa menyukai untuk selalu terdepan dalam kebaikan. Saya ingin duduk di bangku paling depan, agar aku dapat menyaksikan para pemimpin mujahid kami, Zehar, Hayyah dan Haneya, ungkapnya.” (asy/ip)

Minggu, 06 Desember 2009

milad

Habis ikut training Pak Adri (Presiden BEM-Unair 08) yang diadakan DEPAG BEM-FMIPA terus sholat maghrib di masjid gundul UKKI.. Setelah itu ada "panggilan" untuk segera ke ruang kantor BEM-FIS... Dan GuabRAAkk...!! Dalam sekejap wajah ana jadi tambah manis (dalam artian sebenarnya..) karena blepotan c...okelat.. Ternyata temen-temen uda nyiapin kue ultah dll untuk milad ana... Ada-ada aja...^^

Jazakumulloh Khoiron Ktasiro pada segenap sahabat fafa di fb yang telah mengucapkan selamat milad (AfI jumlahnya banyak banget, jadi ga' fafa sebutin satu2).. Amin Ya Rob, semoga segenap harapan dan do'a antum dan antunna sekalian bisa menjadi nyata... Do'anya jangan hanya saat miladna fafa ja ya... Hari-hari biasa jug...a, karena bagi fafa milad bukanlah hal yang mesti disakralkan atau dianngap hari istimewa...


Ya Alloh jadikanlah ana pribadi yang senantiasa belajar untuk menjadi lebih baik disetiap waktu, disetiap tempat dan distiap kondisi.. Benar nampaknya yang dikatakan Ustad Sholikin Abu Izzuddin kemarin;"Untuk mengubah arah kapal kita tidak harus mengubah arah angin, tapi cukup dengan mengubah haluan kapal kita..."

Senin, 03 Agustus 2009

Mengenal MAWAPRES UNESA 2009

Achmad Fawait (tengah jaket hitam)Berfoto bersama pengurus SKI-FIS seusai pelaksanaan
Grand Opening di gedung i.8 FIS_UNESA
Curiculum Vitae

Nama: Achmad Fawait  
NIM: 064 274 043
Universitas: Universitas Negeri Surabaya
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial 
Jurusan: S1 Pendidikan Geografi
Tempat, tanggal lahir : Sumenep, 02 Desember 1988
Alamat/ No Tlpn: Jl. Ketintang Gg 1V A / 07 Surabaya, Telp. (031) 8293805
Pengalaman Organisasi
Internal Kampus:
Anggota Dept. Penalaran BEM-J Geografi (2007-2008)
Anggota Divisi Pembinaan MDP Geografi (2007-2008)
Kord. Divisi pembinaan SKI-Geografi (2007-2008)
Kadept Sie Kerohanian BEM-J Geografi (2008-2009)
Ketua SKI Geografi (2008-2009)
Pendamping Divisi PKM Social Study Club FIS (2009)
Kadept Penalaran BEM-FIS (2009)
Manajer MDP Geografi (2008-2009)

Eksternal Kampus:
Anggota Divisi Akademik - Profesi Forum Mahasiswa Muslim Unesa (FORMUSA) tahun 2007-2008 dan             2008-2009
Tenaga Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Lumumba, Kec Wonokromo 2008-sekarang (Di Bawah       Naungan LMI Surabaya)
Anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Surabaya Tahun 2008 sekarang)
Peserta Hasil Seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Berprestasi (PPMB) Angkatan ke-2 Yayasan Be-                      Excellent Surabaya tahun 2008-sekarang.
Anggota Tim Direct Selling Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD Surabaya (Persiapan Pemilu Legislatif 2009)
Tentor sebaya untuk mata kuliah PJ Terapan  mahasiwa angkatan 2006 Jurusan SI Pendidikan Geografi
Pengalaman Kepanitiaan:
Panitia Kemah Bakti Akademik BEM-J Geografi di Bumi Perkemahan Sumberwekas, Prigen-Pasuruan pada           Tanggal 31 Agustus- 2 September 2007.
Panitia Inti Pekan Ilmiah Geografi Jawa Timur (Seminar Nasional, Kompetisi Karya Tulis Ilmiah tingkat Jwa       Timur, Lomba Mading Tiga Dimensi, Cerdas Cermat Geografi dan Lomba Gambar Peta) oleh BEM-J Geografi pada tanggal 10-12 November 2007.
Ketua Pelaksana LKMTD BEM-J Geografi di Balai Benih Ikan Punten, Batu 23-25 Mei 2008.
Ketua Pelaksana Musabaqoh Tilatil Qur’an Fakultas Ilmu Sosial Unesa tahun 2008 oleh PD III FIS Unesa.
Kordinator Sie Acara Cooperative Edu Challenge (CeLL) Jawa Timur Oleh Dinas Koperasi Jawa Timur Bekerja
sama dengan Lembaga Pengabdian Masyrakat Unesa tahun 2009.
Pemateri Pada Seminar Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial tanggal 21 Desember 2008 oleh PD III FIS Unesa
Dan kegiatan-kegiatan ilmiah, sosial, politik yang lain..
Kaya Ilmiah:

Pola Mobilitas Masyarakat Eks Penderita Kusta di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singggahan, Kabupaten Tuban tahun 2006 (KPKM 2006).
Aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) Untuk Menganalisis Wilayah PeKarya Ilmiah:rsebaran Penyakit DBD di Kota Surabaya (LKTM 2007).
Pelaksanaan Program Pembangunan Berkelanjutan Untuk Mengurangi Tingkat Polusi Udara Daerah Perkotaan (KPKM 2008)
Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Metode Ekologi Pencegahan Persebaran Vektor Nyamuk Malaria di Daerah Pesisir a (KKTM 2008)
Dampak Legalisasi Pasar Modern Terhadap Eksistensi Kebelangsungan Pasar Tradisional di Daerah Perkotaan (KKTM 2008).
Urgensi Tarbiyah Islamiyah untuk Menciptakan Pribadi Muslim Paripurna (KKTK UKKI)
Identifikasi Daerah Potensi Rawan Tanah Longsor di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo (KKTM Jatim 2008).
Optimalisasi Pelaksanaan Direct Selling untuk Meminimalisir Angka Golput dalam Pemilu 2009 (PKM-GT 2009)
Efektivitas Cooperative Edu Challenge (CeLL) esbagai Upaya Peningkatan Akseptabilitas Koperasi pada Kalangan Pelajar (PKM-AI 2009)
Identifikasi Daerah Potensi Rawan Tanah Longsor di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo (PKM-AI 2009)
Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dalam Pembelajaran Ilmu Geografi (Seminar Mahasiswa FIS 2008)
Bukti-Bukti Saintifik Penciptaan Alam Semesta dalam Persepektif Al-Qur’an (KKTA-MTQ Unesa 2009)
Tekhnik Pelaksanaan Recovery Hutan Mangrove sebagai Upaya Penanggulangan Banjir Pasang di Kawasan Peisir Kota Surabaya (MAWAPRES Unesa 2009)
Optimalisasi Pengembangan Kawasan Objek Wisata di Pulau Madura sebagao upaya peningkatan Kesejahteraan Masyrakat (KKTI Suramadu Pemprof JATIM)
Permasalahan Kependudukan di Pulau Madura (KKTM  KB Jwa Timur 2009)
Aplikasi SIG untuk Mengidentifikasi Potensi Rawan Tanah Longsor (MITI Paper Challenge wilayah indonesia timur 2009)
Pretasi Ilmiah:
Juara 1 LKTM bidang IPA tingkat Fakultas Ilmu Sosial Tahun 2007.
Juara III LKTM bidang IPA tingkat Universitas Negeri Surabaya tahun 2007.
Juara 1 Lomba Pidato (MTQ) tingkat Kakultas Ilmu Sosial 2007)
Juara 1 lomba pidato (MTQ) tingkat Universitas Negeri Surabaya tahun 2007 (Road to MTQ Nasional di Palembang*).
Juara 1 LKTM tingkat Universitas dalam rangka LKTM Dies Natalis yang ke 43 Universitas Negari Surabaya tahun 2007
Juara 1 KKTM bidang IPA tingkat Fakultas Ilmu Sosial Tahun 2008.
Juara 1 KKTM bidang IPS tingkat Fakultas Ilmu Sosial Tahun 2008.
Juara I KKTI (MTQ) tingkat Fakultas Ilmu Sosial Tahun 2008
Juara 1 lomba pidato (MTQ) tingkat Fakultas Ilmu Sosial tahun 2008
Juara 1 KKTM Bidang IPS tingkat Universitas Negeri Suabaya tahun 2008 (Road to KKTM Regional C di NTB).
Juara I KKTK se-Surabaya oleh UKKI Universitas Negeri Suabaya tahun 2008.
Delapan Besar KKTM Regional C Universitas Negeri Mataram NTB tahun 2008
Semifinalis KKTM dan Lomba Poster Bidang IPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Jatim tahun 2008
Juara I MAWAPRES FIS 2009
Juara II Lomaba KKTA (MTQ -Unesa) Tingkat Universitas Negeri Surabaya tahun 2009
Juara II Lomba Pidato (MTQ-Unesa) Tingkat Universitas Negeri Surabaya tahun 2009
Juara I MAWAPRES Unesa 2009
Ketua Tim Peneliti untuk PKM-AI 2009 (Dua penelitian mendapat intensif dana @x Rp. 3.000.000)
Juara II MTI Paper Challenge Wlayah Indonesia Timur (Jawa Timur, Bal dan Nusa Tenggara) 2009

Mutiara Motivasi Diri
Berprestasi ditengah keterbatasan adalaha salah satu sifat kepahlawanan
(Ustad Anis Mata: Serial Pahlawan)
Menjadi penting itu baik... Tapi menjadi baik jauh lebih penting
(Solikin Abu Izzuddin: Zero to Hero)

Kebanggan kita adalah ketika malaikat membangga-banggakan kita di hadapan Alloh... Menjadi LUAR BIASA adalah setiap orang (Achmad Guntar: Trainer TRUSCO)


Alloh Ghayatuna...................!!!

Kamis, 23 Juli 2009

selalu tersenyum (karena senyum itu sunnah...)

di depan alat nusik tradisional di lanta 1 hotel syahid jaya jakarta

Menarilah dan terus bernyanyi
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya….
(Nidji: Laskar Pelangi)

"Yesterday is history, tomorow is mistery. But today is a gift. That's why it is called Present" (Master Oogway, Kung Fu Panda)"

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka"
(Q.S. Ali Imran:190-191)

....Allah Knows... Allah Knows...


Berita Minggu Ini]
Gi bingung ni...
Da banyak amanah yang mesti ana selesaikan...
Mana yang mesti na prioritaskan......
Istikharah...

Minggu, 19 Juli 2009

Sayap yang tak pernah patah


Anis Matta.
(Selamat menikmati keindahan bahasanya, bacalah berulang-ulang agar kau bisa menyerap maknanya....) :-)

Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk റെന്ഗ്ഗേളം. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ’majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan itu cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. Itu cerita yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:
O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati
Mari kita berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. .

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tidak pernah patah.

Kasih selalu sampai disana. ”Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, ”sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain.” Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.
Kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.

Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina karena penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya.
Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah ”pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah ”kesempatan memberi” yang lewat.
Hanya itu.
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang.
Selama kita memiliki cinta, memiliki ”sesuatu” yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksamapaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu.

Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: ”Apakah yang akan kuberikan?”
Tentang kepada ”siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.


Jadi kita hanya patah atau hancur karena kita lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan.

Kita menderita bukan karena kita mencintai.
Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita?


sumber: Serial Cinta, Anis Matta, Tarbawi Press


Buku-Buku Best Seller Anis Mata:
- Serial Cinta
- Serial Pahlawan
- Mencatak Pribadi Islam
- Serial Ayah
- Dialog Perdaban Dua Tokoh Perubahan (Ditulis Bersama Ary Ginanjar)
- Dari Gerkan ke Negara (Hidayatulloh)
- Mencari Pahlawan Indonesia
- dll

NB: Sampai saat ini Anis Mata belum pernah menulis buku, tapi semuaa tulisannya diburu para penerbit
untuk dibukukan

Kamis, 16 Juli 2009

Alhamduliilah...

Alhamdulillah...

Berkat pertolongan Alloh dan segenap do'a orang2 tercinta setelah bisa terpilih sebagi MAWAPRES UNESA 2009 untuk tahun ini juga dua PKM-AI yang ana buat bisa diterima dikti dan mendapat kucuran dana sebagai penghargaan. PKM-AI yang ana keterima tersebut adalah:

Identifikasi Daerah Potensi Rawan Tanah Longsor di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo (PKM-AI 2009)

Dampak Legalisasi Pasar Modern Terhadap Eksistensi Kebelangsungan Pasar Tradisional di Daerah Perkotaan (PKM-AI 2009).

Ana kemarin buat PKM-AI ga' hanya dua lo, pi mpe' empat. Ni bukan karena "rakus" lo, pi buat ngejaga peluang (sama ja ya...^^) dan kebetulan nulisnya gi semangat 49...^^ (ko' bukan 45..?? entar sang proklamator marah lo.. Kalau 45 tu ma standart, kalau aktivis da'wah tu harus punya semangat lebih...^^).

PKM ana yang gagal tersebut antara lain:

Efektivitas Cooperative Edu Challenge (CeLL) esbagai Upaya Peningkatan Akseptabilitas Koperasi pada Kalangan Pelajar (PKM-AI 2009

Optimalisasi Pelaksanaan Direct Selling untuk Meminimalisir Angka Golput dalam Pemilu 2009 (PKM-GT 2009).

hiks... hiks... jadi rada sedih ni...^^.

Oya PKM ana yang gagal yang ana warnai merah tu PKS banget ya...^^.

Direct Selling...

Pengalaman yang amat berkesan, dengan baju partai bermodal berbai leaflet dan peralatan mengukur tensi darah dan timbangan kita mesti "blungsutan" masuk ke kampung-kampung di pinggir kali mpe' perumahan-perumahan mewah (bukan mepet saah lo.. pi mewah benera...),

dari yang menerima denagn sejuta senyum mpe' yang berwajah muram,

dari yang simpati,

mpe' yang anti pati....

Pokoknya dengan modal bismillah semuanya kita garap... (mangnya sawah...^^).

Sungguh berkesa, palagi saat DS serentak kita bisa berpatner dengan temen-temen kita dari ITS ma Unair.. Ga' usah meinder, sesama muslim tu setara, yang membedakan hanyalah ualitas ketakwaan kepada Alloh SWT.. (ko' jadi khotbah ni...??).

Alhamduliilah...

Semoga ini bisa menambah kontribusi ana dalam berda'wah di bumi UNESA...

"Generasi terbaik adalah masaku"

(HR. Muslim)

Maka untuk generasi sekarang, tidak ada kemuliaan selain menapak tilasi generasi nabi dan para sahabatnya...

Senin, 29 Juni 2009



tETaP mENgePAL...
kAtAkaN tiDAK pADa KetiDAK AdiLaN...
ALLOHUAKBAR...!!!

HAMASAH prEND....!!!

Adakah yang lebih bening dari suara hati kala ia menegur kita tanpa suara...
Adakah yang lebih jujur dari nurani kala ia menyadarkan kita tanpa kata...
Adakah yang lebih tajam dari mata hati kala ia menghentak penuh gugah....
Pandai-pandai jaga hati...
Waktu-waktu indah itu akan datang dengan sendirinya...
(sepenggal nasehat dari mba' nita Geo '03)

“Barangsiapa meninggalakan yang haram maka Alloh

akan menggantinya dengan yang halal”

(al-hadist)

Kamis, 21 Mei 2009

Napak Tilas Pelaksanaan PKL Geo '06 di Pulau Dewata

Ni PKL terahir angkatan '06 geo, walau penentuan tempatnya menimbulkan polmik alhamdulillah secara umum PKL ni berjalan lancar... Walau begitu masih banyak hal-hal yang perlu di evaluasi oleh panitia, khususnya mengenai pembagian materi oleh para dosen pendamping... Alham walau sebelum berangkat ana sempat sakit ana dapat mengikuti PKL ni dengan “rada baik”. Awanya ana mengira PKL ni akan lebih banyak kegiatan wisatanya, ech ternyata pas di lapangan EMANG BENAR...^^(hampir semua objek wisata di Bali kita sambangi). Ga' papalah... walaupun tambahan ilmunya ga' maksimal setidaknya PKL ni bia dijadikan ajang merefress pikiran yang mulai rada sumpek oleh rutinitas kampus maupun rutinitas da'wah...


Berpose bersama di depan bis abis “observasi” di danau batur
(hayooo yang jaketna ga' dipake' ga' boleh foto..!! entar dikira penduduk lokal lagi...^^)

 

merentangkan tangan
merangkul “my team” di depan pure di
sanur
(Oyy... jangan misahkan diri dari kelompok dong...!!)


Ni Poto bareng di sebelah mana ya...?? Ana rada lupa ni...
(Ada yang pake' bunga segala, jadi kaya'......kayak pa ya...??)



Berfoto di depa patung kepala garuda di GWK
(lo uda jadi katana entar patung GWK tu bakalan jadi patung tertinggi di dunia lo… mumpung lum tnggi beneran kita bsa mejeng di kepalana nie…)




Di pantai lovina bareng temen-temen cewekku (indah, siska, maria ma si super pendiem meyong
(nunggu nasi ga' dateng-dateng nie, perut mpe, pada keroncongan...)


Berpose bareng temen-temen di depan pure yang terletak di desa tradisional di dekatna danau batur..
(ni wajah asli bali tempoe dulu lo...)

Ana bareng temen-temen “bergaya” di atas kapal feri saat nyeberang dari bali-jawa
(ombaknya ga' segede saat ke bali pas study tour BEM se FIS beberapa bulan yang lalu...)


Ana, Diwan ma Chimut gi berpose di depan replika kerbau yang di pajang di GWK..
(Di bali kerbau dianggap suci lo.. Hayoo siapa tu yang nunggangin “makhluk suci...?"^^)


Sepenggal Kisah Bareng Temen-Temen Seangkatan di Pulau Bali



Selasa, 19 Mei 2009

Parade Pernikahan Ikhwah UNESA

Ikhwah-Ikhwah senior UNESA uda pada nikah lo.. Sebagai “junior generation” ana turut bahagia dan bertekad tuk mengikuti jejak langkah beliu-beliu, walau mungkin ga' “lebih cepat lebih baik”...^^. Kemarin ana juga sempat bantu-banu jadi sie konsumsi pernikahanna mba' yuli di mojokerto, itung-itung ngerasain gimana “menderitanya” menjadi panitia...hiks..hiks... erikut da sedikit dukumentasi pernikahanna akhi galih, akhi QQ, ma akhi Ali.. Untuk akhi-ukhti yang lain (akh david “kimia”, akh heri “mas'ul asrama ana pas masih di Al-Jadid”, Akhi Kodirin “temen sekamar yang pandai memotivasi”, mba' nurul “senior di geo ma sama-sama alumni SMANSA Pamekasan” ma banyak lagi yang lain) lum dapat “bajakannya. Kesemuanya semoga bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah... Ayo “para junior” yang mulai jadi “para senior” jangan mo kalah...^^.

Ni walimahan Ustad Hidayat Nur Wahid ma dr Diana Abbas Tahlib


Ni walimahanna Akh Ali Bertempat di Perpus UKKI
(http://rullyaguscandra.multiply.com)
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Jumat, 15 Mei 2009

Meminang Sang Pangeran




aku tahu, aku hanya seorang wanita
yang tugasnya menunggu sang pangeran
dalam penantian

kata mereka, kau yang berhak memilih
dan kami, perempuan, hanya bisa
menolak atau menerima lamaran

tapi, bolehkah kali ini aku yang memilih?
memintamu untuk menjadi yang terindah di hatiku?
kau tinggal bilang ya, atau tidak. mudah kan?

ah, mungkin benar, dunia sudah terbalik
atau bisa juga ini hanya rasa khawatirku
takut kalau Allah tidak menyisakan satu mujahidNya untukku

hahaha…dasar aneh!
bukankah Allah sudah berfirman
bahwa Dia menciptakan makhlukNya dengan berpasangpasangan?

tapi, aku juga ingin tahu rasanya
berbunga ketika lamaranku diterima
atau kecewa saat pinanganku ditolak
mungkin dengan begitu, aku bisa berbagi dengan kaumku
bagaimana sih sakitnya ditolak?
agar para akhawat tak gampang mengucap kata “tidak”
dengan alasan yang sengaja dibuatbuat :
masih ingin melanjutkan studilah
belum cukup umurlah
belum siap mentallah
kurang cocoklah!
dan entah apa lagi…

tapi, bagaimana cara meminangmu ya?
apa aku harus mengajukan proposal lebih dulu?
atau langsung datang ke istanamu dan
memohon agar kau sudi menerimaku menjadi permisurimu?
itukah yang kau mau?

“Huh, dasar tidak tahu malu!”
tibatiba terdengar teriakan dari jauh
“Wahai akhwat, DI MANA IZZAHMU?”

IZZAH?
kalian bertanya tentang IZZAH?

apakah izzah ada pada diri seorang akhwat
yang malu mengungkap perasaannya
kemudian memendam cinta dan
mengotori hati dengan terus memikirkannya?

apakah izzah ada pada diri seorang akhwat
yang menyuburkan virus cinta di hatinya
dan membaginya pada semua ikhwan yang dikaguminya
dalam masa penantiannya?

apakah izzah ada pada diri seorang akhwat
yang menanti sang pangeran, namun ketika ia datang
si akhwat menolak dengan alasan tidak jelas?

di sanakah izzah bersemayam?

ataukah izzah ada pada diri seorang Khadijah
yang berterus terang meminta Muhammad untuk
menjadi nakhoda dalam bahtera cintanya?

ataukah izzah ada pada diri para bidadari yang
berebut ingin melayani Zulebid
yang rela meninggalkan istri tercinta
di hari pertama pernikahannya demi meraih syahid?

sungguh, kisah cinta yang agung dan suci
bukan cintacinta picisan yang ingin diraih
tapi jauh lebih tinggi!
cinta di atas segala cinta
yang tak kan habis cintaNya,
Allah!

di sana ada kejujuran, keterbukaan, kepercayaan,
ketulusan, keimanan, dan ketaqwaan
berbeda dari kisah Romeo dan Juliet
atau Layla dan Majnun yang berakhir tragis dengan
mati membawa cinta tak sampai
malang!

mungkin iya, aku tak seberani Bunda Khadijah
aku pun bukan bidadari yang tak dianugerahi rasa malu
karena ia memang diciptakan dan ditugaskan untuk melayanimu

tapi, jika aku boleh memilih
izinkan aku meminangmu sebagai kekasih
bukan untuk saat ini
karena mungkin waktuku tak cukup untuk menanti

tapi, nanti
setelah kumati…

NB: ana bajak dari akhwatzone.multiply.കോം

Minggu, 10 Mei 2009

Sekilas Mawapres Unesa

Kamis, tanggal 07 mei 2009 alhamdulillah berkat pertolongan Allah aku dapat terpilih sebagai mawapres unesa untuk periode 2009. Dua tahun sebelumnya yang jadi mawapres Unesa akh Helmi, seniorku di geografi ma Formusa yang jug seasrama ma aku sejak semester 1 mpe' sekarang...

Seleksi di tingkat Universitas "rasanya" rada beda ma wkati seleksi di tingkat fakultas, lo di fakultas rasanya si rsa singkong, pi di universitas rasanya da berubah kaya' rasa tapr...^^. Yang pati lo difakultas yang diwajibkan bahasa inggris sebatas pas perentasi, sedangkan tanya jawab si bisa bi lingual (ada bahasa inggris ma bahasi indonya). Pi saat di Universitas semuanya full inggris. aki jadi rada belepotan, maklim kemampian bahasa inggrisku si rada terbatas (wach... gawat ni...)

Tapi alhamdulillah semuanya rada lancar, pesaingku pas presentasi malah pada lancar... (ko' cuma ana yang ada "rada" nya ya...?? bukannya merendah tapi mang tu faktanya...^^). Tapi alhanduliilah dengan kekuatan "keyakinan" semuanya dapat berjalan dengan luancar... Allahuakbar...!!. Oya saat pengumuman ku malah raa ga' yakin (tu kan ada "rada" nya lagi...). aku malah yakin yang dapat juara I tu Roy ( dari MIPA), peserta yang mungkin juga berpikiran sama ma aku...^^, maklum bahasa inggrisna saat presntasi ma tanya jawab buaguss buanget, kartul yang diangkat juga hueebat (pi punyaku lebih hebat lagi...^^).

Aku lupa berapa sekor pastinya, yang pasti ku dapet juara I disusul ma vivi (FIP) ma hendrik (FIK). Oya si Ro yang awalnya digadang-gadang dapet juara I malah ga' masuk 3 besar, kayaknya dia ada kesalahan fatal di fomat penulisan...

Oya sekedar informasi dalam mawapres tu da beberapa aspek yang dinilai, antara lain tu: Indeks Prestasi, Karya Tulis, Kemampuan Bahasa Inggris, kegiatan ikstra-ekstra kurikuler ma prestasi akdemik kita yang lain, mislanya juara I panjat tebing tingkat RT dan sebagainya..^^.

Oya kemarin saat tes kepribadian kuditanya tentang pacaran lo... ceritanya lucu banget, pi ku ga' bakalan seritain di sini. entar temen-temen malah terpingkal-pinkal di depan monitor lagi...^^.

Bagi adek-adek di formusa (wach da jadi kakak-kakak ni...^^) belajarnya yang semangat ya... asah kemampuan kalian di segla bidang. PELOTOTIN, maka kamu kan lihat dengan jelas bahwa Mawapres tingkat nasional tu selalu bersal dari ikhwah... Allahuakbar...!!! Jika mereka bisa kenapa kiita tidak?? Ayo kejar akhi Sofwan Al-Banna, Akhi Ambar Prabowo dll. Bisa!!!

Senin, 23 Maret 2009




Bulan....

Sahabat...
Aku ingin berbagi cerita dengan kau tentang bulan, ya.. tenntang bulan.
Bulan yang selalu kucoba kugapai, kupastikan jadi milikku seorang...
Bulan yang dulu ((dalam pandanganku) nampak begitu indah, mempesona, sempurna dalam kesunyian malam...

Sampai akhirnya...
Kuberanikan mengepakkan sayap tu' menggapainya, hanya dengan bermodal sayap...

Kukepakkan sayapku, perlahan...
Dan dari kejauhan, sang rembulan nampak semakin indah, Seolah memangglku untuk semakin kuat mengepakkan sayapku tu' menggapainya, semakin kuat, semakin kuat dan semakin kuat...

Ta' lagi kurasakan lelah, demi menggapai bulanku semua solah namak muda...
Kuterus kepakka sayap...
Puncak gunung telah kulalui...
Gumpalan awan telah kulewati...
dan tujuh lapis atmosfer tak terasa telah berlalu dibelakangku...
Udara mulai menipis, bahkan mulai habis...
Tapi kutetap bertahan. mengepakkan sayapku yang mulai compang-camping terhampas angin... Demi bulanku, ku punya "semesta" nafas yang tak terbatas...
Sang rembuan mulai nampak besar, sangat besar...

Dan sahabat...
Tahukah yang kini kurasa...???
Aku kecewa, ya kecewa..

Rembulan yang kutemui;
Bukanlah bulan yang selalu nampak anggun menghias malam...
Bukanlah bulan yang terkadang tersipu malu melirikku dari balik awan...
Bukanlah bulan yang membelaiku dengan sinar kasih sayang dari kejauhan...

Yang kutemui kini sesosok bulan yang tak kukenal;
Bulan yang gelap tanpa sepercikpun sinar....
Buan yang tandus tanpa secercah tanda kehidupan....
Bulan yang selalu malam, tanpa sedetikpun siang....

Tak kutemui kebahgiaan yang selalu kuimpikan di bulanku...
Tak kutemui kesejukan yang selalu kumimpikan di bulanku...

Kuingin kembali kepakkan sayapku ke bumi,
tapi sayapku talah hilang...
Terbakar oleh ganasnya semesta alam...
Tercabik oleh "bulanku" sendiri...
Haruskah kuterus terpaku disini,
Ataukah kubiarkan tubuhku terjatuh ke bum...
Tapi bukankah disini, di bulanku, bumi tak lagi memiliki grafitasi....

Bulanku....
Bulanku....
Nampaklah seperti dulu...
Saat kupandangi dengan takjub dirimu dari beranda hatiku....


Surabaya.
Kamis; Ba'da Magrib, 16 april 2009.