Senin, 31 Oktober 2011

^.^V

"Cinta aku Menunggumu"

Dalam jiwa jika ada rasa yang di sampaikan ke akal
tentang bayang seseorang
lalu menjelma menjadi Impian
dan terucap dalam lisan dalam doa-doa panjang
serta kaki, tangan dan anggota tubuh lain
bergerak bekerja dalam nama Ikhtiar

itu semua demi satu kata ini
CINTA

Tapi pesona keindahan cinta ini
tertutup kabut ketidaktahuan
hingga jalan menuju kata ini
begitu berat, begitu seram untuk kita bayangkan

Padahal islam datang memberikan panduan
jatuh Cinta sama dengan harus menikah
karena jika tidak....
maka Cinta itu hanya membuat dirimu
susah makan
susah tidur
susah berpikir sehat

padahal hakikatnya
Cinta itu harus membuat kita
CERIA

Disinilah Islam
hadir mempermudah jalan merefleksikan cinta itu
Kategori memilih pasangan sholeh di buat sangat jelas
Mahar di buat Mudah
dan Walimatul Ursy, di buat sederhana tapi barokah

maka ungkapan
Mudah-mudahkanlah Pernikahan
menemukan pembenarannya

hanya saja
kadang kita membuat sulit
dan membekas dimata dan jiwa kita
Menikah identik dengan kemahalan
identik dengan biaya besar.......

Jika memang sudah tak bisa di tahan
Jika si dia selalu menggoda Kekhusyuanmu
maka menikahlah....

inilah penyelamatanmu

Jangan diam
Mulailah dialog dengan orang tua
Mulailah serius mencari penghasilan yang Halal

lalu berdoalah
katakan dalam hatimu
"Cinta aku menunggumu, di Mahligai Indah itu....
Siapapun dirimu, yang Alloh Takdirkan untukku....
Engkaulah yang Terbaik untukku......"

"Ya Rabbi yang Maha Mendengar..dengarlah suara bathin hamba ini......"

Jumat, 20 Mei 2011

Senyummu Kekuatanmu

Sahabat..ketika kepasrahan jiwa kita telah mencapai titik nadzir, keyakinan akan pertolongan Allah yang telah bulat, keyakinan yang mantap bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, maka tersenyumlah, lapangkanlah dada-dada kita.

Sesungguhnya senyuman akan sangat bermanfaat bagi kita, senyuman yang muncul karena kepasrahan, ketundukan dan keyakinan yang mantap akan pertolongan dari Allah akan membantu kita untuk menikmati hidup ini.

Sungguh dahsyat nya efek dari senyuman itu, senyum tanda ketentraman jiwa, senyum tanda optimisme, senyum tanda kebahagiaan. Apa gunanya kita bermuram durja, apa gunanya kita cemberut, bermuka masam sambil terus menerus menyesali, meratapi ujian atau cobaan yang menghampiri kita, bukankah dengan seperti itu akan malah menguras tenaga kita, pikiran kita, jiwa-jiwa kita menjadi galau, pikiran kita menjadi kacau dan cuma lelah, lelah dan lelah yang kita dapat.

Alangkah ruginya kita ketika kita terlalu mendramatisir kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan yang sebenarnya hanya ringan menjadi berat dan menghimpit karena kita terlalu mendramatisirnya, energi kita terkuras untuk mengangkat beban yang sebenarnya ringan.

Alangkah indahnya ketika kita mampu menghadapi segala kesulitan dan cobaan itu dengan tersenyum, karena jiwa –jiwa seseorang yang murah senyum akan memacu diri kita untuk dapat menikmati kesulitan, akan mampu mendorong otak kita berpikir jernih untuk menyelesaikan permasalahan. Senyuman akan mampu menjaga stock energy positif kita agar tidak habis terkuras untuk menghadapi permasalahan, karena sesungguhnya ujian dan cobaan itu adalah sebuah keniscayaan. Sahabat..simpanlah energy yang tersisa itu, hematlah dia agar kita mampu bertahan dalam menjalani perjalanan-perjalanan hidup kita.

Sahabat, tersenyumlah karena orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi orang yang paling mampu berbuat, orang yang sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Sahabat tebarkanlah juga senyummu untuk saudaramu, karena senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Berikanlah sebuah senyum yang penuh ketulusan, senyum yang benar-benar timbul dari hati kita. Seberat apapun permasalahan yang kita hadapi, maka tetaplah tersenyum, tetaplah tebarkan senyummu karena senyummu itu adalah obat dari kesedihanmu.

Sebagaimana perkataan abu darda bahwa sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan diriku. Tertawalah dan tersenyumlah dengan wajar, dengan ketulusan, bukan tertawa dan tersenyum tanda kesinisan. Tertawa dan tersenyumlah sesuai kewajaran dan jangan berlebihan karena terlalu banyak tertawa juga akan mematikan hati.

Sahabat…yakinlah bahwa kemudahan itu pasti akan datang, tersenyumlah karena itu adalah tanda keceriaan, ujung rasa suka cita serta kegembiraan. Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatanmu, dan tersenyumlah karena harapan itu masih ada.

Wallahua’lam bi showab

Kamis, 19 Mei 2011


.......

Ya Allah, ridhakanlah hati ini atas semua mimpi yang tak menyata

Ikhlaskanlah atas harap paruh sayap jiwa yang tak mengepak bersama.

Ampuni atas segala dosa yang mewarnai hati yang tak mampu hamba hindari

Dan karuniakanlah nikmat dengan pengganti yang jauh lebih baik, bagi diri terutama bagi dakwah dan agama ini

Engkau yang menganugerahkan cinta, maka hanya Engkau juga yang mampu menghapusnya

Mudahkan langkah kaki ini untuk mengayun mantap di jalan-Mu, seberapapun beratnya dera yang terjadi pada raga.

Ya Ilahi, wahai Dzat yang Maha membolakbalikkan hati dan yang menggenggam jiwa,, tetapkanlah hati ini dan genggamlah jiwa ini senantiasa dalam keimanan, ketha-atan, dan kecintaan kepada-Mu, selalu dan selamanya… Selalu dan selamanya… Selalu dan selamanya....

Ya Rabb, ampuni kesyukuran kami yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan kami nikmat yang luas menyamudera…

Maafkan Ya Rahman.

Sabtu, 07 Mei 2011

Sekelumit kisah tentang satu diatara berpuluh cintaku: Aisyah Syabrina Muntasya...

Senin, 25 April 2011

Rabu, 19 Januari 2011

Kenapa Harus Wanita Shalihah?

Bismillah...

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?

Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab..

Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?

Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab..

Tahukah kalian..

bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya..

Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka..

Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki..

Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Sering juga kudengar..

Mengapa harus mereka?

Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran..

bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?

Aku menjawab..

Tahukah kamu..

bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya..

Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya..

Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya…

Itulah yang membedakan mereka..

Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu..

Cinta mereka murni..

bening..

suci..

hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda…

Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya..

mengapa harus mereka?

Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?

Aku menjawab..

Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia..

Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah..

Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri…

Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan..

Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

Dan sering sekali, orang tak puas..

dan terus bertanya..

mengapa harus mereka?

Pada akhirnya, akupun menjawab…

Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga..

yang lisannya bijaksana..

yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya…

Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga…

Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah..

sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya..

Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya..

yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya..

Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya..

Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya..

Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…

Seberat itukah?

Ya…

Takkan mudah..

sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

Taipei, 02 Juni 2010

Oleh: Yusuf Al Bahi

Sumber: http://www.dakwatuna.com/



Sabtu, 15 Januari 2011

Sebuah Potrait Perjuangan: belum waktunya untuk berhenti...!!

Selasa, 11 Januari 2011

Bersama Adek Tercinta: Seberapa miripkah...??

Senin, 01 November 2010

Selamat Datang Tuan Obama!



Selamat datang Tuan Obama. Sepertinya, Anda masih ragu bahwa kami akan menyambut Anda sebagai tamu dan memperlakukan Anda dengan baik. Betul demikian? Oh, Anda bertanya soal saudara-saudara kami yang menolak kehadiran Anda, Tuan Obama? To the point sekali Anda ini ya! Khas Amerika. Tetapi kami suka itu; sebuah gambaran sikap sangkil dan tak bertele-tele.

Baik, ini tentang mereka yang menolak kehadiran Anda. Ya, tentu saja pasti ada. Sebaik apapun, tak ada manusia di dunia ini yang bisa disukai oleh semua orang. Adalah mustahil untuk menyenangkan semua pihak. Anda tentu memahaminya. Anda pasti pernah merasakannya. Terutama saat rakyat Amerika menentukan pilihan sulit yang akhirnya memenangkan Anda sebagai presiden mereka. Kami tahu, Anda pernah ditentang secara lebih getir dan menyakitkan daripada penolakan ini. Bahkan juga dalam hari-hari ini, di negara Anda sendiri.

Dan inilah negeri kami yang menghormati kebebasan warganya untuk mengungkapkan aspirasi. Inilah negara demokrasi yang dalam banyak hal seringkali jauh lebih demokratis daripada negara Anda, Tuan Obama. Mereka, saudara-saudara kami itu, berdemonstrasi, menggelar acara di mana-mana. Ya. Pemerintah kami pun takkan bisa menghentikan itu, Tuan Obama. Kami orang Indonesia yang jamaknya muslim ini terbiasa menenggang perbedaan, menghargai pendapat sesama, dan merembuk semua soal secara baik-baik dalam musyawarah.

Dalam hal ini, dengan tulus hati kami sampaikan, Amerika memang harus belajar dari Indonesia.

Anda bertanya,”Jadi kalian muslim yang berbeda kelompok? Apakah mereka fundamentalis dan kalian moderat?” Kami katakan tidak, Tuan Obama. Kami muslim, kami bersaudara, dan kami tetap satu barisan. Bagi kami, situasi tak boleh lebih penting daripada hubungan. Situasinya adalah kami berbeda pendapat tentang kehadiran Anda –juga tentang banyak hal yang lain-. Adapun hubungan di antara kami adalah persaudaraan. Untuk Anda fahami, hubungan persaudaraan kami jauh lebih kuat daripada situasi perbedaan pendapat kami itu.

Saya akan membuatnya mudah untuk Anda, Tuan Obama; ini seperti seorang isteri yang tak selalu setuju dan tak selalu menyukai tamu-tamu suaminya. Tapi mereka pantang bercerai jika hanya soal itu. Kedatangan Anda memang membuat kami berbeda pendapat, tetapi jangan ragukan persaudaraan dan ikatan cinta di antara kami. Dan, -maaf jika agak kasar-, jangan coba-coba memecah belah kami.

Tuan Obama, sesungguhnya ada banyak alasan mengapa kami bersedia menyambut dan menerima Anda. Pertama-tama tentu saja karena Anda datang sebagai tamu. Setidaknya itulah yang anda katakan. Nabi kami sungguh berpesan, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”

Beliau telah memberi banyak contoh kepada kami Tuan Obama. Beliau berkenan menerima tamu bahkan yang paling tidak menyenangkan sekalipun. Di antara mereka ada ‘Utbah ibn Rabi’ah yang jahat dan suka menyiksa sahabat-sahabat beliau nan lemah. Tapi ketika dia datang sebagai tamu yang hendak bicara, Sang Nabi menerimanya dengan senyum dan tangan terbuka. “Duduklah hai Abul Walid”, sabda beliau menyapanya dengan panggilan kehormatan, “Dan katakanlah segala yang menjadi hajatmu.Aku akan mendengarkan dan menyimaknya.”

Lalu Utbah pun bicara panjang, lebar, tinggi, dan banyak tentang keberatan Quraisy atas da’wah beliau. Setelah sekian lama bicara, Utbah terdiam sementara sang Nabi mengangguk tanda mengerti. “Apakah engkau sudah selesaai atau akan menambah lagi hai Abul Walid?”

“Aku sudah selesai ya Muhammad!”

“Jika demikian, bersediakah engkau mendengarkan apa yang hendak aku sampaikan?”

“Ya.”

Lalu Sang Nabi membacakan untuknya Surat Fushilat, Tuan Obama. Itu salah satu Surat dalam Al Quran yang bicara tentang visi dan misi kenabian beliau dengan nada yang sangat indah. Dan diapun mengerti,bahwa memusuhi Sang Nabi bukanlah pilihan yang bijak. Dia mengatakan kepada Quraisy, “Tinggalkan lelaki ini dengan urusannya. Sesungguhnya kejayaannya akan menjadi kejayaan kalian. Dan jika dia menang, maka bangsa Arab tak lagi membutuhkan kemuliaan selain dirinya.”

Kami tahu Tuan Obama, yang tak bersedia mendengar takkan bisa didengar. Maka kami akan terlebih dahulu mendengarkan Anda. Katakan saja segala yang Anda keluhkan. Kami tahu, bahwa bahkan di negeri Anda, di sekitar Anda, ada begitu banyak penentang yang melawan Anda dalam mewujudkan janji-janji kampanye Anda. Mereka juga menghalangi Anda dengan segala cara setelah Anda bicara di Kairo dan mengucapkan banyak janji pada kami tentang perbaikan hubungan antara Amerika dengan Dunia Islam.

Kami tahu anda orang yang tertekan. Maka bicaralah, kami insyaallah akan mendengarkan Anda. Setelah itu kami akan menyemangati Anda untuk melanjutkan segala yang pernah Anda impikan tentang dunia yang penuh nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian. Kami tahu itu berat, tapi Anda pernah menjanjikannya pada kami. Janji seorang lelaki terhormat pasti dia junjung tinggi. Begitu bukan Tuan Obama?

Dan sesungguhnya kami juga akan meminta pada Anda beberapa hal yang kami berharap Anda, Tuan Obama, akan mewujudkannya untuk kami. Saudara-saudara kami di Gaza masih terpenjara, Israel masih membantai warganya tiap hari dan membangun pemukiman zhalim di tanah-tanah rampasan. Palestina masih terus berduka. ‘Iraq dan juga Afghanistan, ah, tarik saja tentara Anda dari sana, insyaallah perdamaian justru akan lebih mudah kami wujudkan.

Tuan Obama, banyak sekali yang kami minta Anda untuk mendengarkannya. Tapi biarlah detailnya nanti saja. Sekarang, silakan Anda yang lebih dulu bicara. Kami hormati itu. Dan sekali lagi, anda adalah tamu kami yang harus dijamu dan dimuliakan. Apalagi anda pernah melewatkan masa kecil di negeri ini. Sungguh kurang beradab kalau kami melarang seseorang mengunjungi tempat yang pernah punya makna bagi kehidupannya.

Selamat datang Tuan Obama, kami siap menyambut Anda.

Sayangnya kami juga tak bisa mengelak dari aksioma ‘Ali ibn Abi Thalib, menantu Nabi kami itu. “Musuhmu ada tiga”, ujar beliau empatbelas abad lalu, “Yakni musuhmu sendiri, kawan musuhmu, dan musuh kawanmu.” Kami melihat anda masih akrab dengan musuh kami Israel, dan anda menambah tentara untuk menindas kawan kami di Afghanistan. Sepertinya Anda masih menjadi musuh kami.

Tapi Tuan Obama, musuh yang cerdas lebih berharga daripada kawan yang bodoh. Kami tahu itu. Anda lebih baik masuk kelompok pertama saja daripada menjadi kawan kami tapi malah merepotkan. He he..

Sebagian pihak menganggapAnda sama saja dengan Tuan Bush. Ah, dulu kami menolak kehadiran Tuan Bush. Tapi kini kami menerima Anda. Itu sungguh karena hati kami telanjur berselimut baik sangka kepada Anda. Kami menganggap Anda berbeda dari dia. Ketika Anda berkampanye, ketika anda bicara di Kairo, anda sudah sampaikan itu. Dan kami mencoba percaya. Apalagi karena Amerika juga lebih menghendaki perubahan sehingga memilih Anda. Mereka tidak memilih John McCain, kandidat yang digadang-gadang Tuan Bush.

Kami ingat bahwa leluhur kami yang adil dan pemberani, Shalahuddin Al Ayyubi, memperlakukan Guy de Lusignan dan Reynald de Chattilon dengan cara berbeda. Guy, Raja Yerusalem itu ditawari minuman sejuk, sementara Reynald langsung dipenggal. Maaf, kalau analogi ini agak menyinggung Anda. Tapi Bush bagi kami lebih jahat dari Reynald. Dan, yah, kami tahu, tangan Anda juga masih berlumuran darah saudara-saudara kami di Afghanistan, Iraq, dan tempat-tempat lain meski sepertinya Anda tidak separah Guy de Lusignan.

Wah, saya yakin, Anda pernah menonton Kingdom of Heaven garapan Riddley Scott!

Lagipula, Shalahuddin Al Ayyubi pernah datang ke kemah musuhnya yang lain, Richard The Lionheart, Raja Inggris, untuk mengobati penyakitnya. Padahal Richard pernah memerintahkan pembunuhan 3000 tawanan muslim yang ada di tangannya. Itu sungguh kekejian yang besar. Tapi demikianlah Shalahuddin, pahlawan kami yang agung dan ksatria.

Tuan Obama, dengan menyambut Anda, kami mencoba untuk menjadi pewaris sifat-sifat ksatria dan akhlaq mulia itu, alhamdulillah.

Akhirnya, terimakasih, sudah berkenan berkunjung ke negeri kami. Tanggal 21 Maret, ketika matahari berada tepat di atas khatulistiwa, duapuluh enam tahun, lalu dengan berdarah-darah seorang ibu melahirkan anaknya. Itu perjuangan bertaruh nyawa yang sangat lama Tuan Obama. Sejak konstraksi pertama hingga kelahiran memakan waktu tiga hari. Ibu itu seorang perempuan yang sangat hebat.

Dan anak yang dilahirkan itu adalah saya. Ini ulang tahun syamsiyah saya Tuan Obama, terimakasih berkenan hadir. Saya pasti mengingatnya.

Wah, anda tertawa Tuan Obama. Seakan Anda ingin berkata bahwa yang bicara panjang lebar pada Anda sejak awal tulisan ini ternyata bukan siapa-siapa. Sebenarnya saya bermimpi Tuan Obama. Duapuluh empat tahun dari hari ini, yang menuliskan paragraf-paragraf ini adalah seorang Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri.

Wah, anda tertawa lagi. Ha ha ha..

Jangan menganggapnya mustahil Tuan Obama. Sesungguhnya empatpuluh sembilan tahun lalu rakyat Amerika tak menduga bahwa seorang lelaki dari Kenya yang datang untukmenikahi wanita Amerika lalu meninggalkannya pulang ke Afrika lagi itu sebenarnya datang untuk sebuah misi mahapenting. Dia datang sejenak, hanya dan hanya, untukmenitipkan seorang Presiden bagi Amerika Serikat.

Karena dari wanita itu, Anda lahir Tuan Obama. Itulah Anda, salah satu takdir ajaib untuk sebuah negara adidaya bernama Amerika. Maka selamat datang di negeri keajaiban bernama Indonesia. Selamat datang, Tuan Obama!

Salim A. Fillah
-www.safillah.co.cc-

Sabtu, 24 Juli 2010

Panitia WKTI BEM-U UNESA bersama Shofwan Al-Banna Choiruzzad: Pemenang The 39th St Gallen Symposium, Swiss dan Mawapres Nasional 2006.
-------
All Panitia: Terimakasih, maaf atas segala keterbatasan. Sabar...^^V

Selasa, 13 Juli 2010


Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :

1. Anak Pertama (Sulung)

Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

2. Anak Kedua

Faris Jihady Hanifa
Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

3. Anak Ketiga

Maryam Qonitat
Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

4. Anak Keempat

Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

5. Anak Kelima

Ahmad Rasikh 'Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

6. Anak Keenam

Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

7. Anak Ketujuh

Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

8. Anak Kedelapan

Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

9. Anak Kesembilan

Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

10. Anak Kesepuluh (Bungsu)

Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.


Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikann ya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.

Diadopsi dari Buku :
Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman

Jumat, 11 Juni 2010

Geo 06 A: Ayo, jelaskan maksud pose masing-masing...



Perrsonil Geonesa '06 (hampir) full team..
Hayoo... Siapa saja yang ga' ikut foto..??




Jumat, 07 Mei 2010

Senin, 15 Februari 2010

Jam'ah ibu-ibu meluberi "are' lancor" yang terletak di depan masjid jami' pamekasan(tempat ana biasa lari pagi saat masih SMA) dalam sebuah acara à´…à´—à´®
Assalamu'alaikum semua...
"Ngoceh" di depan 400 MABA FIS dalam seminar Mahasiswa By Bidang III

Minggu, 07 Februari 2010

KUINGIN CINTAKU BERTAUHID ( K.C.Bhid )



Andai ku Halal Untuknya, maka...

Bukan seperti cinta Si Kafir Romeo,
Dan Si Kafir Juliet yang kumau.
Melainkan Cinta yang lurus...
Seperti Milah Ibrahim.
--------------------------
-----------
Aku bukan datang dari dunia GemerlaP ( DUGEM )
Melainkan dari Dunia da'wah GemerlaP ( DAGEM )
Dan Dunia Jihad GemerlaP ( JIGEM )

Aku ingin di Setiap malam-malamku, BertahmiD...
Penuh TauhiD...
Dihiasi Nafas-Nafas Perindu SyahiD...
Yang menentramkanku yang seorang 'AbiD...

Ku tak butuh Musik-musik RomaN...
Karena wajah sang Istri MenyimpaN...
Ribuan Nada-nada Indah MenawaN... (AfI, Cuma serius...^^V)

Ku tak Butuh Novel-Novel Fiksi CintA...
Atau Drama-drama, atau TelenovelA...
Karena Aku & dia, Pemeran UtamA,
Dalam Mega reality drama BerduA...

Bangunkan Aku Untuk Qiyam MalaM...
Meskipun Ditusuk Dingin & Terhalang KelaM...

Menanti Fajar nan GemilanG...
Karna Esok ku harus MenjelanG...
Hari-Hari Nan penuh Kerikil MenghadanG...
Meyakini jutaan OranG...
Bahwa Islam Akan MenanG...

Andai nyata Kisah ini....

Janganlah berakhir Di Meja PengadilaN...
Atau di Tiang GantungaN...

Karena kuingin Berpisah denganmU...
Nanti,Insya Allah Jika ku dapat SyahidkU...

LAA ILAAHA ILLALLAAH

---------------------------------
kisah di atas baru Andai, & Sekarang ku Masih tersiksA...
tapi tak apA.... (he..he.. ini beneran lo....^^V)

Penyair berkata:
Jika siksaan Cinta ini,
Justru Membuat Akhir Nafasku Mengucap Kalimat Tauhid...
Maka Saksikanlah Wahai Ikhwah, BAHWA SIKSAAN CINTA INI INDAH !!!

Ditulis oleh : Knight Of Tawhid

Gun coma agejek maelang sompek.... (Ngerti ga' ya...??)

Rabu, 13 Januari 2010

Ar-Ruhul Jadid


Jika Anda sedang malas, jiwa tengah bablas..

Jika iman sedang futur, semangat tengah luntur..

Jika hati sedang gundah, tubuh terasa lelah,...

Bangun!

Bangkit!

Kepalkan tangan!

Lakukan scotch jump, push up, dan sit up…!!!

Allohuakbar...!!

Bergerak Atau Tergantikan......!!

Selasa, 12 Januari 2010

Karena cintaku padamu.....


Karena cintaku padamu.....
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi bura.....
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh.....
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah.....

Karena cinta ini.....
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu.....
Ku tak ingin mempesonamu.....
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum.....
Atau pun menaruh harap padaku.....



Teruntuk Bidadari Berjubah Biruku:
Sabarlah menunggu.....
Yakinlah semua kan nampak indah pada waktunya......

All Abaout TA'ARUF




Assalamu alaikum wr wb,,
Subahannallah,,, Maha suci Allah dengan segala sifat-sifat yang dimiliki-Nya, sehingga kami masih sempat melanjutkan pembahasan ini,

Ikhwan wa Akhwat ayng di rahmati Allah swt,
salah satu pertanyaan yang pertama muncul dari saudara2 kita dan yang paling terakhir saya jawab kali ini adalah :
BAGAIMANA JIKA KITA TERLANJUR PACARAN,,? KALO KITA PUTUSKAN NTAR PACARKU MARAH,,!! DIA PIKIR NANTI AKU UDAH GAK SAYANG SAMA DIA,,!!

wahai saudara(i)ku yang senasib dan seperjungan,,
Jika kalian terlanjur pacaran, dan sanggup untuk menikah,, maka menikahlah secepatnya, dan jika tidak sanggup menikah sekarang,, maka demi Allah yang nyawa kita ada d genggaman-Nya,,!! tinggalkanlah perkara tersebut,,! apakah kalian lebih takut kalo PACARNYA MARAH ATAU ALLAH YANG MURKAH,,,??
pikirkanlah baik,, ^_^

afwan,, hanya itu jawaban singkat dari saya,, ^_^


Adapula perbedaan taaruf dengan pacaran adalah sebagai berikut:

1. Tujuan
• taaruf (t) : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
• pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah ...

2. Kapan dimulai
• t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
• p : saat sudah diledek sama teman:"koq masih jomblo?", atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

3. Waktu
• t : sesuai dengan adab bertamu.
• p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

4. Tempat pertemuan
• t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
• p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

5. Frekuensi pertemuan
• t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
• p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu. Kalo bisa lebih.

6. Lama pertemuan
• t : sesuai dengan adab bertamu
• p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

7. Materi pertemuan
• t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
• p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

8. Jumlah yang hadir
• t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
• p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

9. Biaya
• t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
• p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

10. Lamanya
• t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
• p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

11. Saat tidak ada kecocokan saat proses
• t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
• p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya. Dan pastinya akan ada yang sakit hati,,!

wallahu A'lam,,,